Sumatera Banjir: Alarm Besar yang Pertegas Urgensi Green Job

An Nisa Rahmania F. Oleh: An Nisa Rahmania F.
| Dipublikasikan pada: 17 November 2025
Gambar Utama Sumatera Banjir: Alarm Besar yang Pertegas Urgensi Green Job
Sumatera Banjir: Alarm Besar yang Pertegas Urgensi Green Job

Pulau Sumatera kembali dilanda banjir dan longsor besar yang menelan korban jiwa, merendam ribuan rumah, serta melumpuhkan akses publik. Peristiwa ini bukan sekadar cuaca ekstrem — melainkan cerminan rapuhnya ekosistem dan tata kelola lahan di banyak wilayah Indonesia. Di tengah krisis ini, kebutuhan akan green job (pekerjaan hijau) semakin terasa, bukan hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi masa depan.

Bencana yang Mengungkap Masalah Struktural

Data lapangan menunjukkan luasnya dampak banjir: ribuan warga mengungsi, jaringan transportasi lumpuh, dan kerugian ekonomi ditaksir mencapai miliaran rupiah. Hilangnya tutupan hutan dan daerah resapan memperparah kondisi. Ketika hujan ekstrem turun, air tidak lagi tertahan di hulu — mengalir cepat dan memicu banjir bandang. Fakta ini menunjukkan bahwa bencana tidak hanya disebabkan cuaca, tetapi juga lemahnya tata kelola lingkungan.


Green Job: Solusi Teknis & Kesempatan Ekonomi

Green job mencakup pekerjaan yang memperbaiki ekosistem, mengurangi risiko bencana, dan membangun pembangunan berkelanjutan: restorasi hutan dan DAS, konservasi gambut, pemetaan lahan, energi bersih, hingga pengelolaan limbah. Dengan tenaga ahli yang tepat, pemulihan pasca-bencana dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan. Pekerjaan hijau bukan hanya melindungi alam — tetapi juga melindungi manusia dan ekonomi.

Prediksi Global & Nasional: Permintaan Meledak

Secara global, ILO memprediksi puluhan juta pekerjaan hijau baru akan tercipta pada 2030 sebagai akibat transisi energi dan perubahan pola industri. Di Indonesia, pemerintah telah menyiapkan berbagai roadmap seperti NDC, RAN GRK, dan FoLU Net Sink 2030 — seluruhnya memerlukan tenaga kerja hijau dalam jumlah besar. Tren lowongan pekerjaan menunjukkan permintaan SDM berbasis lingkungan meningkat 20–30% dalam empat tahun terakhir.

Mengapa Relevan Sekarang?

Pencegahan lebih murah daripada pemulihan. Kerusakan lahan yang dibiarkan memperbesar risiko bencana berikutnya. Perusahaan dan pemerintah butuh SDM hijau. Dari energi terbarukan hingga manajemen lahan. Adaptasi iklim butuh tenaga kerja. 

Curah hujan semakin ekstrem → banjir makin sering → mitigasi harus ditangani profesional.

Penutup

Banjir Sumatera adalah pengingat keras bahwa Indonesia tidak bisa menunda pembangunan yang lebih hijau. Selain tanggap darurat, negara perlu memperkuat investasi pada tenaga kerja hijau — dari pendidikan, pelatihan, hingga kebijakan tata ruang. Green job bukan sekadar tren, tapi kebutuhan strategis untuk menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi.

Tag: SiGaweIndonesiaPeduliLingkungan
Bagikan Artikel Ini